Respon Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Terhadap Pemberian Beberapa Dosis Fungi Mikoriza Abuskular (FMA) Di Pre Nursery Pada Tanah Ultisol

  • Yuliatri Y
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Fungi Mikoroza Arbuskular (FMA) merupakan asosiasi antara salah satu fungi yang bersimbiosis dengan perakaran tanaman dan dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman kelapa sawit merupakan komoditi unggulan yang menghasilkan  lebih banyak minyak dibanding tanaman lain. Produktifitas tanaman kelapa sawit juga dapat ditingkatkan dengan menggunakan bibit unggul dan pemanfaatan mikroorganisme yang dapat membantu pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis FMA yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di Pre Nursery pada Ultisol. Parameter yang diamati adalah Persentase Akar Terinfeksi, Tinggi Bibit, Jumlah Daun, Panjang Akar, Bobot segar Bibit, Bobot Segar Akar, Bobot Kering Bibit, Bobot Kering Akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis FMA 5–20 gram dapat meningkatkan derajat infeksi dengan kriteria tinggi yaitu berkisar 55–70%. Pemberian dosis 5 gram FMA menunjukkan derajat infeksi tertinggi yaitu 70%. Bibit kelapa sawit umur 16 MST menunjukkan pertumbuhan yang hampir sama pada semua variabel pengamatan baik tanpa diberi FMA maupun diberi FMA.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yuliatri, Y. (2022). Respon Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Terhadap Pemberian Beberapa Dosis Fungi Mikoriza Abuskular (FMA) Di Pre Nursery Pada Tanah Ultisol. Jurnal Agrium, 19(3), 114. https://doi.org/10.29103/agrium.v20i2.11442

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free