Identifikasi Mikroplastik Di Udara Pada False Solution Technology

  • Syarifah N
  • Sari B
  • Hanapi A
N/ACitations
Citations of this article
51Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

PLTSa dan TPS merupakan bagian solusi dari penyelesaian permasalahan sampah plastik di Indonesia. Namun kegiatan yang dilakukan berdampak sebaliknya, karena solusi tersebut menyebabkan pencemaran baru. Pencemaran dihasilkan seperti menghasilkan gas-gas berbahaya dan emisi SOx dan NOX, serta residu lainnya dan dimungkinan juga terdapat mikroplastik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi mikroplastik pada false solution technology dan sebagai base data awal untuk pencegahan cemaran yang diakibatkan false solution technology. Metode penetukan lokasi yang digunakan adalah Purposive Random Sampling. Sampel diambil di 4 tempat titik lokasi pengambilan sampel, kemudian sampel diidentifikasi menggunakan mikroskop sterero dengan perbesaran 1,5x. Hasil menunjukkan seluruh sampel positif mengandung mikroplastik. Jumlah mikroplastik yang teridentifikasi di insenerator lakardowo yaitu 10 partikel/m³, TPS Bambe yaitu 4 partikel/m³, TPS Driyorejo yaitu 3 partikel/m³ dan PLTSa Benowo yaitu 3 partikel/m³ dan ukuran mikroplastik di keempat tempat tersebut ialah 133 µm - 3900 µm dengan jenis mikroplastik filament, fragmen, dan fiber.

Cite

CITATION STYLE

APA

Syarifah, N., Sari, B. S. E., & Hanapi, A. (2022). Identifikasi Mikroplastik Di Udara Pada False Solution Technology. Environmental Pollution Journal, 1(3). https://doi.org/10.58954/epj.v1i3.67

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free