Abstract
Masalah perkawinan dalam keluarga menjadi persoalan serius di kalangan masyarakat dewasa ini. Persoalan ini bukan hanya dikalangan masyarakat pada umumnya tetapi juga menjadi masalah Gereja. Misalnya: masalah yang sedang terjadi dalam Gereja Katolik yaitu praktik perkawinan poligami, KDRT, penelantaran anak dan istri, pembunuhan, miras dan sebagainya, khususnya di Paroki Kristus Raja Wolotolo, Kevikepan Ende Keuskupan Agung Ende. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dan yang menjadi lokusnya ialah Paroki Kristus Raja Wolotolo Keuskupan Agung Ende. Sasaran penelitian ini ialah keluarga Katolik. Temuannya ialah Anak-anak yang ditelantarkan oleh orang tua menimbulkan tekanan batin, stres, depresi, terjadi penolakan, kehilangan jati diri dan masa depan, mengalami krisis iman karena tidak ada bimbingan rohani dalam keluarga disebabkan oleh masalah orang tua yang tidak habisnya, dan kebutuhan hidup anak seperti makan, minum, pakaian, rumah, hak warisan diabaikan oleh pihak ayah. Melihat kenyataan umat yang mengalami dampak dampak negatif baik terhadap anggota keluarga yang di dalamnya adalah Gereja, maka Gereja dan para fungsionaris pastoral sebaiknya terlibat aktif mengambil bagian untuk menangani permasalahan yang ada. Salah satu reksa pastoral yang tepat guna ialah Konseling Pastoral Keluarga.
Cite
CITATION STYLE
Tibo, P. (2020). KONSELING PASTORAL KELUARGA SEBAGAI PENDEKATAN PASTORAL PRAKSIS DALAM MENGATASI PROBLEMATIK KELUARGA KATOLIK DI PAROKI KRISTUS RAJA WOLOTOLO KEVIKEPAN ENDE KEUSKUPAN AGUNG ENDE. JURNAL REINHA, 8(1), 93–141. https://doi.org/10.56358/ejr.v8i1.5
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.