Abstract
Memahami betapa pentingnya hidup kudus dihadapan Tuhan merupakan pemikiran yang telah mendapatkan pencerahan oleh Firman Tuhan, diperlukan komitmen untuk melakukan kehendakNya. Namun, satu hal yang merupakan musuh kesucian yang sering dianggap remeh, yaitu akar pahit. Akar kepahitan memiliki potensi untuk mencemarkan jemaat, seperti yang tertulis dalam Ibrani 12:15. Jika jemaat terus hidup dalam kepahitan, maka kepahitan itu akan meracuni orang lain disekelilingnya. Tujuan dari penelitian adalah merumuskan makna kekudusan berdasarkan Ibrani 12:12-17 serta implikasinya terhadap pemulihan akar kepahitan diantara jemaat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. Makna kekudusan berdasarkan Ibrani 12:12-17 yaitu: (1) Mengejar kekudusan. (2) Membuang akar pahit. (3) Tidak menjadi cabul. Jemaat perlu senantiasa mendekatkan diri dengan kasih karunia Allah. Jemaat yang memiliki akar pahit dalam hatinya perlu melakukan pemulihan.
Cite
CITATION STYLE
Delo, F., & Shalomita, A. (2023). KEKUDUSAN BERDASARKAN IBRANI 12:12-17 SERTA PEMULIHAN AKAR KEPAHITAN DIANTARA JEMAAT. Jurnal Excelsior Pendidikan, 4(1), 1–11. https://doi.org/10.51730/jep.v4i1.36
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.