Hermeneutika dan Mewaktu Bersama Heidegger

  • Muaz A
N/ACitations
Citations of this article
82Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Mendaras Heidegger serupa mengkaji berjilid-jilid buku yang setiap jilidnya memuat ribuan halaman. Begitu luas dan banyak yang mengulasnya. Begitu banyak filsuf dan intelektual -baik yang hidup sezaman dengannya, maupun pasca kematianya [bahkan hingga saat ini]- yang terpesona oleh buah pemikirannya. Sebut saja, seperti Karl Jaspers, Hannah Arendt, Herbert Marcuse, Hans-Georg Gadamer, Emanuel Levinas, Jacques Derrida. Artikel ini melengkapi sekian banyak kajian tentang tulisan Heidegger. Tulisan ini membatasi pembahasan pada topik ”waktu dan mewaktu” ala Heidegger. Pertama, filsuf kelahiran Messkirch ini memang menganalisa dan berfilsafat soal waktu dalam masterpiece-nya, Sein und Zeit [Being and Time]. Kedua, problem waktu dan mewaktu adalah topik yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia sejak pertama kali diciptakan. Ketiga, reminder yang relevan bagi manusia yang hidup di era serba instan dalam gempuran teknologi dalam memaknai dan menghadirkan kembali waktu secara substansial dan eksistensial. Artikel ini memaparkan empat bagian. Pertama, pentingnya memaknai waktu di era kekinian. Kedua, biografi singkat Heidegger. Ketiga, hermeneutika dan mewaktu bersama Heidegger. Keempat, hal ihwal mewaktu bersama Heidegger di era kekinian.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muaz, A. (2020). Hermeneutika dan Mewaktu Bersama Heidegger. Jurnal Studi Hadis Nusantara, 2(2), 142. https://doi.org/10.24235/jshn.v2i2.7647

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free