PERJALANAN TAREKAT DARI MASA KE MASA

  • Ngabdurahman N
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Martin van Bruinessen menulis tentang Tarekat Naqsabandiyyah setelah melihat begitu besarnya pengaruh para syekh tarekat ini di dunia Islam, terlebih setelah ia merasakan adanya kecocokan ritual atau olah batin yang ditawarkan oleh ajaran Naqsabandiyyah dengan apa yang ada di dalam benak hatinya, bahkan kemudian Martin seolah-olah menganggap tarekat sebagai karya ‘Amaliyyah dan bukan sekedar karya ‘Iliniyyah. Martin sangat terpesona dengan tarekat ini oleh sebab Naqsabandiyyah telah menjadi yang terbesar diantara tarekat-tarekat yang berkembang di dunia Islam, dan mampu membuat iri tarekat lain yang ingin mendapatkan tempat yang sama di hati umat Islam. Tarekat-tarekat kecil setelah menyadari “kekalahannya”, maka satu-satunya jalan adalah menggabungkan diri ke dalam Tarekat Naqsabandiyyah yang kemudian disebut sebagai cabang Naqsabandiyyah, penggabungan yang demikian ini di berbagai belahan dunia Islam misalnya di Hijaz, antara Naqsabandivyah dengan Tarekat Mujaddidiyyah, yang dipelopori oleh Syeh al- Sirhindi, kemudian disusul Tarekat Kholidiyyah yang juga menjadi cabang Naqsabandiyyah, yang dipelopori oleh Maulana Kholid dan seterusnya, kemudian nama-nama itu menjadi Tarekat Naqsabandiyyah Mujaddidiyah dan Tarekat Naqsabandiyyah Kholidiyyah

Cite

CITATION STYLE

APA

Ngabdurahman, N. (2016). PERJALANAN TAREKAT DARI MASA KE MASA. Mozaic : Islam Nusantara, 2(2), 80–86. https://doi.org/10.47776/mozaic.v2i2.85

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free