EDUKASI OBAT HALAL BAGI PEMUDA MUSLIM DI KAJEN, PEKALONGAN: UPAYA PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN BERBASIS SYARIAH

  • Rafa’at Pasya M
  • Rendi Diki Setiawan M
  • Okta Syahwali R
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Industri farmasi halal merupakan bagian penting dari pengembangan sektor halal di Indonesia, terutama dalam memastikan bahwa produk obat yang dikonsumsi masyarakat sesuai dengan prinsip syariah Islam. Persoalan halal dan haram tidak dapat dianggap sepele karena mencakup hubungan antarmanusia (muamalah) dan hubungan manusia dengan Tuhan (ibadah). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses edukasi obat halal kepada pemuda Muslim di wilayah Kajen, Pekalongan, guna meningkatkan literasi kesehatan berbasis nilai-nilai keislaman. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada 15 responden, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pemuda Muslim di wilayah tersebut memiliki kesadaran terhadap pentingnya kehalalan obat, masih terdapat tantangan dalam hal akses informasi, keterbatasan obat bersertifikat halal, serta minimnya kegiatan edukatif yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dari berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah, tokoh agama, dan industri farmasi untuk memperkuat sistem edukasi halal dan meningkatkan ketersediaan obat yang sesuai dengan prinsip syariah.The halal pharmaceutical industry is a crucial part of the development of the halal sector in Indonesia, particularly in ensuring that the medicinal products consumed by the public comply with Islamic sharia principles. The issue of halal and haram cannot be considered trivial because it encompasses interpersonal relationships (muamalah) and the relationship between humans and God (ibadah). This study aims to analyze and describe the process of halal drug education for Muslim youth in the Kajen area, Pekalongan, to improve health literacy based on Islamic values. Using qualitative descriptive methods, data were collected through in-depth interviews with 15 respondents, participant observation, and documentation studies. The results indicate that although Muslim youth in the area are aware of the importance of halal drug certification, challenges remain in terms of access to information, limited availability of halal-certified drugs, and a lack of ongoing educational activities. Therefore, the active participation of various parties, including government institutions, religious leaders, and the pharmaceutical industry, is needed to strengthen the halal education system and increase the availability of sharia-compliant drugs.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rafa’at Pasya, M., Rendi Diki Setiawan, M., Okta Syahwali, R., Amalia Rizqi, N., Nova Nuroaftul Aqidah, N., & Hermawan Adinugraha, H. (2025). EDUKASI OBAT HALAL BAGI PEMUDA MUSLIM DI KAJEN, PEKALONGAN: UPAYA PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN BERBASIS SYARIAH. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Citra Delima, 2(2), 105–114. https://doi.org/10.33862/jp.v2i2.598

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free