Abstract
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia. Hiperglikemia kronis dapat menginduksi stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh. HbA1c merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk menilai kontrol glikemik pasien diabetes. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penanda inflamasi dalam darah seperti CRP meningkat secara signifikan pada pasien diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya hubungan antara kadar HbA1C dengan C-reactive Protein (CRP) pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah subjek penelitian yaitu 24 pasien diabetes melitus tipe 2 yang memenuhi kriteria. Kadar HbA1c ditentukan dengan metode Turbidimetric Inhibition Immunoassay. Kadar CRP diperiksa menggunakan metode aglutinasi latex. Hasil uji korelasi dengan Rank Spearman test didapatkan nilai p=0,171, r= 0,218 sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c dengan CRP pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Cite
CITATION STYLE
Puspita Sari, E., & Sayekti, S. (2023). Korelasi Kadar HbA1c dengan C-Reactive Protein Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan Dan Analisisnya, 4(1). https://doi.org/10.56399/jst.v4i1.102
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.