Abstract
Latar Belakang: Peningkatan insidensi pandemi COVID-19 menyebabkan tingkat mortalitas dan lama rawat yang cukup tinggi pada negara berkembang. Deteksi dini diperlukan untuk menekan angka mortalitas. Metode deteksi dini dilaporkan, seperti RT-PCR, immunoassay, dan CT-scan, tetapi memerlukan biaya mahal. Peningkatan BUN dengan penurunan albumin adalah kondisi laboratorium yang dihasilkan oleh keadaan inflamasi tinggi, seperti COVID-19. Hubungan rasio BUN-Albumin plasma penderita pneumonia terbukti dalam memprediksi mortalitas dan lama rawat lebih kuat dibandingkan dengan parameter tunggal BUN atau albumin. Jika terbukti berhubungan, penanda ini menguntungkan karena dapat diakses secara luas, sederhana, dan ekonomis. Tujuan: Mengetahui hubungan antara rasio BUN-Albumin plasma terhadap mortalitas dan lama rawat pasien COVID-19 di RSUP Dr. Sardjito. Metode: Rancangan penelitian dengan metode studi observasional kohort retrospektif pasien terkonfirmasi COVID-19 di RSUP Dr. Sardjito. Data kadar BUN dan albumin plasma saat admisi dikumpulkan untuk menghitung cut-off optimal menggunakan kurva ROC. Hubungan antara kadar rasio BUN-Albumin dengan mortalitas dianalisis dengan metode chi-square test dilanjutkan dengan regresi logistik pada analisis multivariat. Analisis terhadap lama rawat inap menggunakan analisis survival cox-regression dan dinyatakan signifikan apabila menghasilkan p < 0,05. Hasil: Total subjek penelitian adalah 1650 pasien, dengan median usia 56 tahun. Nilai cut-off rasio BUN-Albumin dalam memprediksi mortalitas didapatkan 5,634, dengan sensitivitas 65,0% dan spesifisitas 63,7%. (AUC = 0,689; 95% CI 0,663-0,715; p=0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa peningkatan rasio BUN-Albumin menjadi faktor yang independen dan signifikan sebagai prediktor mortalitas (OR 2,378; 95% CI 1,809 – 3,127) dan lama rawat pasien (HR 0,655; 95% CI 0,574 - 0,748; p<0,001). Usia, jenis kelamin, penggunaan oksigenasi tekanan positif, hipertensi, obesitas, PPOK, dan asma tidak secara independent berhubungan dengan mortalitas. Kesimpulan: Peningkatan rasio BUN-Albumin secara independen dan signifikan berhubungan dengan peningkatan risiko mortalitas dan lama rawat inap pasien COVID-19.
Cite
CITATION STYLE
Primastuti, G. R. (2024). HUBUNGAN RASIO BUN-ALBUMIN PLASMA TERHADAP MORTALITAS DAN LAMA RAWAT PASIEN COVID-19 DI RSUP DR. SARDJITO. Jurnal Komplikasi Anestesi, 11(2), 37–49. https://doi.org/10.22146/jka.v11i2.12450
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.