Abstract
Pandemi Covid 19 memberikan dampak terhadap industri di Indonesia. Salah satu industri yang terkena dampak dari Covid 19 ini adalah industri coffee shop. Adanya pandemi Covid 19 ini menyebabkan ketidakpastian dalam penjualan produk kopi yang menyebabkan coffee shop kesulitan dalam menentukan bahan baku untuk periode selanjutnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan adanya peramalan untuk mengetahui kebutuhan bahan baku berupa biji kopi. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan jumlah produk best seller di coffee “kopi titik” yaitu kopi susu, Americano dan Capuccino sehingga perusahaan dapat mendapatkan gambaran mengenai jumlah penjualan produk di periode yang akan datang. Selain itu, perusahaan juga dapat melakukan pemesanan kepada supplier sehingga kebutuhan bahan baku dalam memenuhi produk best seller dapat terpenuhi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah peramalan kuantitatif yaitu peramalan yang menggunakan data masa lalu untuk mengetahui kebutuhan dimasa mendatang. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah pola penjualan kopi best seller di Cafe Kopi titik yaitu pola tren yang kemudian menggunakan metode double exponential smoothing dengan pendekatan satu parameter (Des Brown) dan dua parameter (Des Holt); MAPE dari hasil peramalan yaitu 0,268285274% untuk kopi susu, 0,36874754% untuk americano dan 0,389056107% untuk cappucino. Hasil peramalan untuk 5 bulan kedepan yaitu 3.498 gelas dengan rincian 1.920 gelas kopi susu, 754 gelas americano dan 824 gelas untuk cappucino.
Cite
CITATION STYLE
Sari, S., & Jannati, D. (2021). ANALISIS PERANCANGAN KEBUTUHAN KOPI BEST SELLER UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN DI CAFE KOPI TITIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERAMALAN. Bina Teknika, 17(1), 9. https://doi.org/10.54378/bt.v17i1.2729
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.