Budaya Tutur dalam Tafsir Melayu (Studi Wacana Peribahasa Melayu dalam Tafsir Al-Azhar Karya Hamka)

  • Hakim L
N/ACitations
Citations of this article
71Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Peribahasa Melayu berupa pepatah, perumpamaan, pemeo dan pantun atau sajak dalam Tafsir Al-Azhar karya Hamka sebagai wacana budaya, politik dan agama, dapat dipahami dengan baik melalui metode pendekatan analisis wacana kritis (AWK). Pendekatan ini dapat dengan jelas mengungkapkan hubungan antara wacana (discourse), kekuasaan, dominasi, ketidaksetaraan sosial yang berkembang mengiringi hadirnya wacana tersebut dengan memfokuskan pada bahasa yang digunakan, wacana yang dibangun, interaksi verbal dalam kegiatan komunikasi. Dilihat dari analisis wacana kritis, peribahasa Melayu yang dibawakan Hamka dalam Tafsir al-Azhar memperlihatkan adanya tiga aspek produksi makna dalam kehidupan sosial yang menyiratkan adanya kepentingan, maksud dan tujuan tertentu, atau bahkan nilai yang disembunyikan di balik peribahasa Melayu yang digunakan oleh Hamka, yakni aspek budaya, politik dan agama.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hakim, L. (1970). Budaya Tutur dalam Tafsir Melayu (Studi Wacana Peribahasa Melayu dalam Tafsir Al-Azhar Karya Hamka). Intizar, 24(1), 19–36. https://doi.org/10.19109/intizar.v24i1.1968

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free