Abstract
Latar Belakang: Perawatan paliatif merupakan layanan keperawatan yang seharusnya diberikan sejak pasien didiagnosis sakit kronis, masa perawatan hingga meninggal dunia dan berduka. Namun kondisi ini dimaknai berbeda oleh Indonesia dimana perawatan paliatif didefinisikan sebagai perawatan menjelang ajal kematian sehingga dalam perawatan pasien paska bedah jantung tim medis tidak berkenan melakukan kolaborasi dalam tindakan paliatif sedangkan kebutuhan dasar perawatan harus tetap dijalankan untuk memaksimalkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk membahas peran tindakan perawatan paliatif dalam perawatan pasien paska bedah jantung pada pasien paska CABG di Ruang ICCU RSUP Dr. Kariadi Semarang pada bulan Juli 2023. Metode: Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif studi kasus melalui wawancara pasien, keluarga dan analisa kasus hasil pemeriksaan medis pasien. Hasil: Program perawatan paliatif pasien paska tindakan CABG belum terintegrasi dengan tim perawatan paliatif. Hasil pengkajian kebutuhan dasar pasien paliatif di dapatkan data bahwa pasien dan keluarga membutuhkan perawatan paliatif untuk mengurangi gejala nyeri, kelelahan, insomnia, kehilangan nafsu makan dan dampak finansial akibat kondisi sakit pasien. Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan terkait pentingnya pengkajian kebutuhan dasar untuk memaksimalkan kualitas hidup pasien paska CABG. Diperlukan alat ukur pengkajian kebutuhan dasar perawatan paliatif guna mengukur kebutuhan dasar perawatan paliatif.
Cite
CITATION STYLE
Astuti, N. P., Sriyono, Kurniawati, N. D., & Saktiana, H. (2023). Pengkajian Kebutuhan Dasar Perawatan Paliatif Pasien Paska CABG (Coronary Artery Bypass Graft) di Ruang Perawatan Intensif. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing), 4(2), 55–59. https://doi.org/10.30787/asjn.v4i2.1339
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.