Abstract
Ikan julung-julung (Hyporhampus limbatus) merupakan ikan ekonomis penting di sektor perikanan Indonesia yang memiliki tingkat keragaman yang tinggi. Tingginya keragaman menyebabkan kesulitan dalam proses identifikasi dari setiap spesies. Metode yang dapat digunakan untuk identifikasi spesies adalah metode morfologi dan molekuler. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil dari metode identifikasi morfologi dan molekuler dengan menggunakan sampel ikan julung-julung. Identifikasi morfologi dilakukan menggunakan teknik morfometrik sedangkan untuk molekuler diaplikasikan dengan DNA Barcoding. Hasil identifikasi dengan metode morfologi dan molekuler menunjukkan hasil yang sama yaitu Hyporhampus limbatus. Berdasarkan hasil identifikasi morfologi Hyporhampus limbatus memiliki bentuk tubuh yang memanjang dengan warna perak dengan sisik di seluruh tubuhnya kecuali pada bagian kepala. Rahang bawahnya berbentuk lancip dengan ukuran lebih panjang dibandingkan dengan rahang atas serta memiliki ekor imarginate. Hasil molekuler (DNA Barcoding) menunjukkan bahwa Hyporhampus limbatus memiliki nilai yang tinggi untuk tingkat kemiripan (97%) dan Query Cover (98%).… Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke merupakan tempat pelelangan ikan terbesar … Pengambilan, pengamatan, dan pengukuran sampel dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan (…
Cite
CITATION STYLE
Putri, A., & Madduppa, H. (2020). PERBANDINGAN HASIL METODE IDENTIFIKASI SPESIES : MORFOLOGI DAN MOLEKULER PADA IKAN JULUNG-JULUNG DI TPI (TEMPAT PELELANGAN IKAN) MUARA ANGKE, DKI JAKARTA. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 13(3), 168–175. https://doi.org/10.21107/jk.v13i3.7303
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.