Abstract
Pendahuluan: Remaja selalu dihadapkan pada persoalan keputusasaan, terutama remaja yang mengalami broken heart syndrome . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh story telling terhadap keputusasaan remaja dengan kondisi broken heart syndrome. Metode: Jenis penelitian ini adalah dengan pendekatan quasi eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner pre dan post intervensi. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel 6 remaja yang mengalami broken heart syndorme. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Chi Square test. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan intervesi story telling sebagian besar responden mengalami keputusasaan sebesar 67%, setelah dilakukan tindakan responden tidak mengalami keputusasaan sebesar 67%. Sedangkan hasil chi square didapatkan nilai alfa 0,00 yang artinya ada pengaruh story telling dengan keputusasaan remaja dengan kondisi broken heart syndrome. Rekomendasi: Perlu dilakukan pengkajian dan pendekatan lebin lanjut tentang kondisi remaja yang mengalami broken heart syndorme dikarenakan bisa menyebabkan terjadinya masalah psikologis yang lebih besar, misalnya depresi.
Cite
CITATION STYLE
Azari, A. A. (2020). PENGARUH STORY TELLING TERHADAP KEPUTUSASAAN REMAJA DENGAN KONDISI TAKOTSUBO CARDIOMYOPATHY (BROKEN HEART SYNDROME) DI JEMBER. MEDICAL JURNAL OF AL QODIRI, 5(1), 1–7. https://doi.org/10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v5i1.33
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.