Islamic Pluralism in Indonesia: Comparing Fundamentalist and Liberalist View

  • Siddiq A
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Pluralisme dianggap sebagai basis ketiga dalam menafsir keberagaman beragama, setelah eksklusivisme dan inklusivisme. Sejalan dengan sejarah pluralisme di Barat, pluralisme Islam di Indonesia juga bisa dikatakan sebagai kontinuitas dari dua paradigma keberagamaan sebelumnya, yakni eksklusivisme dan inklusivisme. Meski demikian, aksi maupun reaksi yang dilakukan para pemikir fundametalis Muslim di Indonesia tidak bisa begitu saja dinafikan. Menurut kelompok terakhir ini, pluralisme adalah jalan berpikir yang “terlarang”.

Cite

CITATION STYLE

APA

Siddiq, A. (2015). Islamic Pluralism in Indonesia: Comparing Fundamentalist and Liberalist View. Teosofi: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam, 1(1), 131. https://doi.org/10.15642/teosofi.2011.1.1.131-141

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free