POTENSI DAN PENGEMBANGAN JAGUNG HIBRIDA DI INDONESIA

  • Dewi A
  • Setiawan D
  • Novitaningrum R
N/ACitations
Citations of this article
145Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kebutuhan pangan dasar manusia berdasarkan prespektif micro kecukupan pangan menjadi faktor penentu bagi ketahanan nasional. Kelangkaan pokok komditas dapat menimbulkan masalah pada aspek sosial, ekonomi. Jagung Merupakan pangan pokok masyarakat Indonesia dan tanpa mengabaikan penigkatan produksi melalui efisiensi ,upaya ketahanan pangan. Perkembangan jagung Hibrida di Indonesia pada 2015 mencapai 56% dari total 3,79 juta hektar luas panen jagung dan 44 % menggunakan jagung bersari bebas dengan tingkat produktivitas yang rendah kemudian 2018 mengalami peningkatan ketersediaan produksi total 30.000. Pemerintah sejak tahun 1983 meningkatkan program jagung hibrida yang di dukung organisasi, perusahaan swasta. Program yang dilakukan menghasilkan varietas unggul yang berdampak peningkatan produktifitas usaha tani Indonesia. Banyak masyarakat yang sangat menggemari jagung karna rasanya yang manis dan gurih, dan banyak juga juga olahan makanan yang berasal dari jagung. Kebutuhan jagung dalam negeri mengalami peningkatan 3,77% setiap tahunnya seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya pakan unggas.

Cite

CITATION STYLE

APA

Dewi, A. S., Setiawan, D. H., & Novitaningrum, R. (2023). POTENSI DAN PENGEMBANGAN JAGUNG HIBRIDA DI INDONESIA. Journal Science Innovation and Technology (SINTECH), 3(1), 1–6. https://doi.org/10.47701/sintech.v3i1.2518

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free