KEARIFAN LOKAL HUYULA MASYARAKAT GORONTALO SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

  • Rahman S
N/ACitations
Citations of this article
65Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pencegahan korupsi melalui penguatan kembali kearifan lokal belum banyak dilakukan. Berangkat dari hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap upaya pembangunan budaya pendidikan anti korupsi pada masyarakat melalui pelaksanaan budaya Huyula masyarakat Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Huyula dapat menjadi upaya masyarakat dalam membudayakan nilai-nilai anti korupsi. Perilaku khas masyarakat Gorontalo yang mulai sulit dijumpai tersebut dianggap dapat menjadi media pendidikan nilai-nilai anti korupsi, antara lain jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani, dan peduli. Saran-saran yang dapat penulis berikan melalui penelitian ini, yaitu: 1) Indonesia adalah gudang kearifan lokal yang tentunya mengandung nilai-nilai positif, diantaranya tradisi huyula masyarakat Gorontalo, sehingga harus dilestarikan; 2) pembudayaan nilai anti korupsi melalui pelaksanaan tradisi huyula yang termasuk dalam pendidikan non formal diharapkan dapat menjadi referensi dalam pembelajaran pada pendidikan formal di sekolah maupun di perguruan tinggi sehingga memiliki manfaat yang berkelanjutan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahman, S. (2022). KEARIFAN LOKAL HUYULA MASYARAKAT GORONTALO SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN ANTI KORUPSI. Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 10(2), 148–159. https://doi.org/10.30603/tjmpi.v10i2.2792

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free