Abstract
Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang tersebar diseluruh dunia termasuk Indonesia. Data ABJ di Indonesia mengalami penurunan yakni dari 80,2% pada tahun 2015 menjadi 76,2% pada tahun 2016, sedangkan pada tahun 2017 mengalami peningkatan cukup signifikan sebanyak 3,1% yaitu menjadi 79,3%. Sedangkan pada tahun 2018 ABJ di Indonesia mengalami peningkatn kembali yaitu mencapai 80,09%. Penelitian ini bertujuan untuk menyimpulkan penelitian sebelumnya tentang bagaimana suhu dan kelembaban ruangan berkorelasi dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti.Metode: PICOC digunakan dengan populasi ruangan, tempat penampungan, rumah, dan masyarakat. Untuk melakukan ulasan literatur, tiga database—pubmed, sciendirect, dan google scholar—digunakan, dengan 16 artikel yang dievaluasi.Hasil: Dari 16 artikel, 37.5% menunjukan ada hubungan antara suhu dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti, dan 62.5% ada hubungan antara kelembaban kedengan beradaan jentik nyamuk.Kesimpulan: Keberadaan jentik Nyamuk Aedes Aegypti dikaitkan dengan suhu dan kelembaban.
Cite
CITATION STYLE
Mujiarto, E., Nurjazuli, N., & Martini, M. (2024). Literature review: hubungan suhu dan kelembaban ruangan dengan keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 15(01), 34–44. https://doi.org/10.34305/jikbh.v15i01.995
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.