Abstract
Proses pendidkan tidak terlepas dari stuktur sosial dan perkembangan masyarakatnya, begitu juga pada pendidikan multikulturalisme. Pendidikan multikultural merukpakan fenommena baru dalam dunia pendidikan, sehingga menjadi daya tarik untuk diperbincangkan dalam forum-forum ilmiah seperti seminar, workshop, simposium dan sebagainya. Artikel ini memaparkan proses dan jalan panjang dan perkembangan pendidikan multikulturalisme di Indonesia. Ada dua pendekatan yang digunakan penulis dalam menganalisis perkembangan pendidikan multikultural di Indonesia yaitu dengan pendekatan sinkronis dan pendekatan diakronis. Dalam pendekatan sinkronis, ditemukan bahwa pendidikan multikultural di Indonesia lahir dari perjalanan panjang yang terbagi menjadi tiga fase yaitu: Fase segregasi pada masa kolonial, fase pendidikan yang bercorak melting pot pada masa orde baru, dan fase pendidikan multicultural dengan semangat demokrasi pada masa reformasi. Sedangkan pada analisis diakronis, pendidikan multikultural yang ada di Indonesia sekarang ini tidak lepas dari sejarah dimasa lampau, yaitu semboyan “Bhinneka Tunggal” sebagai politik kebudayaan di jaman Kerjaan Majapahit dan Peristiwa reformasi yang melahirkan demokrasi dengan menjujung tinggi persamaan hak pada setiap warga negara khususnya dalam mengakses pendidikan.
Cite
CITATION STYLE
Nurcahyono, O. H. (2018). Pendidikan Multikultural Di Indonesia: Analisis Sinkronis Dan Diakronis. Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, & Antropologi, 2(1), 105. https://doi.org/10.20961/habitus.v2i1.20404
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.