Abstract
Kopi termasuk komoditi perkebunan yang memegang peranan penting dalam menyumbang devisa dan pendapatan Negara, sebagai sumber pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, pendorong pertumbuhan sektor agribisnis dan agroindustri. Bengkulu termasuk daerah yang memiliki usaha industri kecil terbanyak dalam mengolah kopi, salah satunya usaha industri kecil menengah dengan merek Bukit Hitam Coffe. Seiring berkembangnya teknologi, industri ini memiliki kendala dalam pengemasan dan label produk belum sesuai Standar Nasional Indonesia. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan design ulang kemasan kopi bubuk. Kemasan pada produk yang telah diproduksi sebelumnya kurang jelas dan warna nya kurang menarik. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode survey, diskusi dan praktek langsung. Tim pengabdian melakukan survey awal dan diskusi kepada mitra diketahui beberapa kendala yang dihadapi mitra, selanjutnya mendesain ulang kemasan sesuai diskusi yang telah dilakukan kemudian praktek langsung. Hasil dari kegiatan ini merupakan design ulang kemasan oleh tim pengabdian yang nantinya kemasan ini dapat direalisasikan serta dilakukan pencetakan dalam bentuk stiker dan kemasan bentuk standing pouch. Kemasan yang baru terlihat lebih elegan, rasa dan aroma kopi tidak mudah rusak dan nantinya akan meningkatkan umur simpan. Setelah design kemasan baru didapatkan tim pengabdian melakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mengukur keefektifan dari kegiatan yang telah dilakukan kepada mitra. Mitra usaha mempunyai kemasan baru, kemasan ini dapat direalisasikan agar ditampilan produk lebih informatif dibandingkan dengan kemasan dan logo sebelumnya.Coffee is a plantation commodity that plays an important role in contributing to foreign exchange and state income, as a source of income for farmers, creating jobs, driving the growth of the agribusiness and agro-industrial sectors. Bengkulu is one of the regions that has the most small industrial businesses in processing coffee, one of which is a small and medium industrial business with the Bukit Hitam Coffe brand. Keywords: Design, Packing, Coffee. Along with the development of technology, this industry has obstacles in packaging and product labels have not complied with Indonesian National Standards. In this community service activity, a redesign of ground coffee packaging was carried out. The packaging on products that have been produced before is less clear and the color is less attractive. The method of community service activities uses survey, discussion and direct practice methods. The service team conducted an initial survey and discussion with partners known some of the obstacles faced by partners, then redesigned the packaging according to the discussions that had been carried out then direct practice. The result of this activity is a packaging redesign by the service team which later this packaging can be realized and printed in the form of stickers and standing pouch packaging. The new packaging looks more elegant, the taste and aroma of coffee is not easily damaged and will later increase the shelf life. After the new packaging design was obtained, the service team conducted an evaluation. Evaluation is carried out to measure the effectiveness of the activities that have been carried out to partners. Business partners have new packaging, this packaging can be realized so that the product display is more informative than the previous packaging and logo.
Cite
CITATION STYLE
Yuwita, F., Uker, D., Zuki, M., Fatharani, A., & Anis, U. (2024). DESIGN ULANG KEMASAN PRODUK KOPI INDUSTRI BUKIT HITAM COFFE. Jurnal Abdi Insani, 11(2), 1138–1146. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v11i2.1491
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.