From Traditional Agricultural Practices to Monoculture Plantations: Impacts on Indigenous Communities' Land Tenure,Land Use, and Livelihoods

  • Pandelaki T
  • Sunito M
  • Kolopaking L
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

The shift from traditional agriculture to monoculture plantations has significantly altered land tenure, land use, and livelihoods among the Dayak Hibun Community in villages of West Kalimantan. This study aims to examine the impacts of oil palm development on land relations, cultural values, and livelihoods within Indigenous communities embedded in the palm oil commodity supply chain.  This study uses a mixed-methods approach, combining qualitative methods such as field observations, transect, interviews, and FGDs. Snowball sampling was employed to identify key informants with deep contextual knowledge. A survey of 31 Dayak Hibun households provided quantitative data on livelihood activities, land access, and resource relations, which  strengthened the qualitative analysis. The unit of analysis was the household of Dayak Hibun farmers in Gunam Village located in the lowland area of Sanggau district. Findings indicate that households that own less than 2 hectares of oil palm farms predominantly experience survival conditions, some of which engage in consolidation intensification, and diversification. In contrast, households that own more than 2 hectares of land tend to pursue consolidation diversification, intensification, extensification, and accumulation. Cultural values serve as a collective strength across all social strata particularly for survival household condition with landholdings of less than two hectares.Pergeseran corak produksi pertanian tradisional kepada komoditas perkebunan monokultur menghasilkan perubahan signifikan pada lanskap ruang hidup dan penghidupan. Pada masyarakat adat yang memiliki nilai adat dan relasi yang kuat dengan alam dan tanahnya bahkan telah menjadi pemasok penting dalam rantai komoditas kelapa sawit. Penelitian ini mencoba melihat bagaimana perubahan lanskap, penguasaan, dan penghidupan komunitas adat bertransformasi seiring perkembangan kelapa sawit di lanskap ruang hidupnya. Penelitian ini mengguanakan metode mix method kualitatif-kuantitatif. Penentuan sampel dan responden menggunakan teknik nonprobabilitas sampling yaitu purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data kualitatif melalui observasi primer, transek, wawancara mendalam dan diskusi kelompok. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan metode survei pada 31 orang responden. Unit Analisa adalah rumah tangga petani Dayak Hibun. Hasil penelitian menunjukkan rumah tangga petani Dayak Hibun yang berada pada kelas sosial penguasaan lahan kurang dari 2 hektar umumnya mengalami kondisi survival dan sebagian mengalami kondisi konsolidasi intensifikasi dan diversifikasi. Pada rumah tangga Dayak Hibun dengan penguasaan lahan lebih dari 2 hektar memungkinkan mengalami situasi konsolidasi diversifikasi, intensifikasi, ekstensifikasi bahkan akumulasi. Nilai adat digunakan pada setiap kelas sosial sebagai kekuatan bersama yang seharusnya menjadi posisi tawar penting dalam rantai pasok komoditas kelapa sawit yang berkelanjutan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pandelaki, T., Sunito, M. A., & Kolopaking, L. M. (2025). From Traditional Agricultural Practices to Monoculture Plantations: Impacts on Indigenous Communities’ Land Tenure,Land Use, and Livelihoods. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 13(1), 13–29. https://doi.org/10.22500/13202564283

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free