STANDARISASI EKSTRAK AIR DAUN JATI BELANDA DAN TEH HIJAU

  • Najib A
  • Malik A
  • Ahmad A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
1.3kReaders
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAK Teh hijau memiliki nama spesies Camellia sinensis (L.) Kuntze, family Theaceae dan Jati belanda (Guazuma ulmifolia Lam.) termasuk kedalam family sterculiaceae Tujuan Penelitian ini adalah melakukan standarisasi ekstrak air daun jati belanda dan ekstrak air the hijau. Ekstrak distandardisasi dengan beberapa dua parameter yaitu parameter spesifik dan parameter non spesifik. Kadar sari larut air pada jati belanda 12,88 % dan teh hijau 40,88, sedangkan kadar sari larut etanol pada jati belanda 4, 23 % dan pada teh hijau 4,23 %. Hasil pengujian kandungan kimia menunjukkan pada ekstrak jati belanda mengandung saponin dan flavonoid sedangkan pada teh hijau mengandung tannin dan flavonoid. Kadar air ekstrak daun jati belanda 0,95 % dan teh hijau 2,79%. Hasil kadar abu total jati belanda sebesar 37,61% dan teh hijau 36,84 %. Kadar abu tidak larut asam yaitu pada jati belanda sebesar 3,54% dan teh hijau 3,77%. Hasil dari penetapan susut pengeringan pada ekstrak jati belanda yaitu 0,46 % dan teh hijau 0,46 %. Ekstrak jati belanda maupun teh hijau berdasarkan pengujian standarisasi meliputi parameter spesifik dan no-spesifik memenuhi standarisasi mutu bahan baku.

Cite

CITATION STYLE

APA

Najib, A., Malik, Abd., Ahmad, A. R., Handayani, V., Syarif, R. A., & Waris, R. (2017). STANDARISASI EKSTRAK AIR DAUN JATI BELANDA DAN TEH HIJAU. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 4(2), 241–245. https://doi.org/10.33096/jffi.v4i2.268

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free