Abstract
Dalam konteks dinamika media sosial, citra lembaga pemerintah menjadi krusial dalam mempertahankan kepercayaan dan dukungan masyarakat. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah persepsi terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya terkait penggunaan hashtag #percumalaporpolisi yang mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Polri dalam menangani kasus kriminal. Analisis dilakukan berdasarkan konsep strategi image repair, mencakup penerimaan tanggung jawab, penetapan standar moral, penjelasan tindakan perbaikan, ekspresi empati, pembentukan komitmen, dan pengendalian narasi. Strategi tersebut kemudian diimplementasikan oleh Polri melalui transparansi dalam menyampaikan informasi, komunikasi responsif, kampanye kesadaran, peningkatan kualitas layanan, keterlibatan dengan komunitas, dan evaluasi kinerja secara rutin. Hasil analisis menunjukkan bahwa Polri telah mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki citra mereka melalui responsifitas dan transparansi dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Namun, masih ada tantangan dalam implementasi strategi, seperti perlunya peningkatan kualitas layanan dan penanganan kasus, serta pembangunan hubungan yang lebih erat dengan komunitas. Strategi komunikasi perbaikan citra Polri merupakan langkah yang krusial dalam menjaga legitimasi dan dukungan masyarakat. Rekomendasi termasuk perluasan kampanye kesadaran, peningkatan transparansi, serta penguatan hubungan dengan komunitas sebagai langkah-langkah penting untuk terus meningkatkan citra Polri dan membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan.
Cite
CITATION STYLE
Tata Amelia, D. (2025). Strategi Komunikasi Perbaikan Citra Kepolisian Republik Indonesia: Hashtag #PercumaLaporPolisi. Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Ilmu Komunikasi, 4(2), 389–401. https://doi.org/10.59713/jipik.v4i2.1258
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.