Abstract
Abstrak Artikel ini membahas keberadaan penggunaan dan fungsi bangunan raadhuis sekaligus watertoren di Kota Palembang. Gedung ini memiliki struktur bertingkat dengan rangka beton. Kemunculan bangunan bertingkat dengan rangka beton pertama kali di Kota Palembang merupakan ide walikota d'Armandville diteruskan walikota berikutnya Lissa Nessel. Dibangun sejak 1928 dan selesai 1931. Kajian ini diarahkan untuk mengetahui kemunculan awal konstruksi beton bertulang modern di Kota Palembang. Kajian pembangunan gedung raadhuis-watertoren ini tidak banyak dilakukan, baik dari segi penggunaan ruang-ruang maupun fungsi bangunan. Sehingga tulisan ini diharapkan menjadi kajian mendalam arkeologis dan historis dalam memicu pencagarbudayaan nasional gedung yang sekarang menjadi Kantor Walikota Palembang. Penelitian dilakukan dalam empat tahap kajian arkeologi-sejarah, yakni pengumpulan data, analisis data, pengolahan data dan penulisan data. Hasil kajian terhadap struktur bertingkat dengan rangka beton tidak lepas dari kehadiran kontraktor elit Hollandsche Beton Maatschapij NV (HBM) yang berkedudukan di Talang Jawa, Palembang. HBM merupakan investor awal di Kota Palembang yang mengembangkan beton bertulang sebagai material struktur dengan mampu membagi dengan baik pembagian beban konstruksi yang merata. Sehingga, rancang bangun Balai Kota Palembang diarsiteki S. Snuyf dapat menampung berbagai elemen-elemen struktur. Kehadiran beton bertulang dari pembangunan raadhuis ini memicu pembangunan gedung-gedung beton bertulang lain di Kota Palembang.
Cite
CITATION STYLE
Irwanto, D., Andhifani, W. R., Apriani, E., & Wahyudi, W. R. (2024). STRUKTUR BERTINGKAT DAN RANGKA BETON GAYA EROPA PADA BANGUNAN RAADHUIS (WATERTOREN) KOTA PALEMBANG. Berkala Arkeologi, 44(1), 61–78. https://doi.org/10.55981/jba.2024.5051
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.