Pembelajaran probing prompting untuk meningkatkan berpikir kritis siswa anggota kelompok ilmiah remaja

  • Megasari M
  • Sundaryono A
  • Firdaus M
N/ACitations
Citations of this article
83Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kegiatan ilmiah mahasiswa dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Anggota KIR diharuskan memiliki keterampilan berpikir kritis dalam mencari topik untuk menulis makalah ilmiah. Salah satu metode pembelajaran yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemikiran kritis siswa KIR adalah dengan mempelajari instruksi yang dibantu oleh video-assisted. Sebuah eksperimen semu dengan desain desain one pretest-posttest dilakukan untuk mengukur tingkat berpikir kritis anggota KIR dengan memberikan pretest sebelum mempelajari probing yang mendorong tes videoaided dan post setelah belajar dorongan video-assisted probing. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji efektivitas dan uji Wilcoxon. Hasil data dengan efek pengukuran nilai efek diperoleh E> 0,8 yang berarti ada peningkatan berpikir kritis sebelum dan sesudah belajar. Uji Wilcoxon diperoleh nilai p (Z) = 0,0344. Nilai p (Z) <0,05 yang berarti kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dari pretest ke posttest

Cite

CITATION STYLE

APA

Megasari, M., Sundaryono, A., & Firdaus, M. L. (2018). Pembelajaran probing prompting untuk meningkatkan berpikir kritis siswa anggota kelompok ilmiah remaja. PENDIPA Journal of Science Education, 2(2), 163–169. https://doi.org/10.33369/pendipa.2.2.163-169

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free