Abstract
Pandemi COVID-19 memiliki dampak psikologis stres bagi remaja yang memengaruhi subjective well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara keberfungsian keluarga dan dukungan sosial teman sebaya terhadap subjective well-being remaja yang mengalami stres di masa pandemi COVID-19. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa survei. Sebanyak 212 partisipan remaja berusia 14-21 tahun yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara keberfungsian keluarga dengan subjective well-being (r=0,151, p=0,028), terdapat hubungan yang positif antara dukungan sosial teman sebaya dengan subjective well-being (r=0,285, p=0,001), dan terdapat hubungan positif dan signifikan antara keberfungsian keluarga dan dukungan sosial teman sebaya dengan subjective well-being p=0,000 atau p<0,05 dan F=9,456 >F tabel 3,04. Penelitian ini menambahkan variansi baru bahwa keberfungsian keluarga dan dukungan sosial teman sebaya secara bersama-sama mampu memprediksi subjective well-being sebesar 8,3%.
Cite
CITATION STYLE
Rochma, S., & Hartini, N. (2021). Hubungan Antara Keberfungsian Keluarga dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Subjective Well-Being (Studi pada Remaja yang Mengalami Stres di Masa Pandemi COVID-19). Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1(1), 221–228. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.24690
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.