Hubungan Antara Keberfungsian Keluarga dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Subjective Well-Being (Studi pada Remaja yang Mengalami Stres di Masa Pandemi COVID-19)

  • Rochma S
  • Hartini N
N/ACitations
Citations of this article
104Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pandemi COVID-19 memiliki dampak psikologis stres bagi remaja yang memengaruhi subjective well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara keberfungsian keluarga dan dukungan sosial teman sebaya terhadap subjective well-being remaja yang mengalami stres di masa pandemi COVID-19. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa survei. Sebanyak 212 partisipan remaja berusia 14-21 tahun yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara keberfungsian keluarga dengan subjective well-being (r=0,151, p=0,028), terdapat hubungan yang positif antara dukungan sosial teman sebaya dengan subjective well-being (r=0,285, p=0,001), dan terdapat hubungan positif dan signifikan antara keberfungsian keluarga dan dukungan sosial teman sebaya dengan subjective well-being p=0,000 atau p<0,05 dan F=9,456 >F tabel 3,04. Penelitian ini menambahkan variansi baru bahwa keberfungsian keluarga dan dukungan sosial teman sebaya secara bersama-sama mampu memprediksi subjective well-being sebesar 8,3%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rochma, S., & Hartini, N. (2021). Hubungan Antara Keberfungsian Keluarga dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Subjective Well-Being (Studi pada Remaja yang Mengalami Stres di Masa Pandemi COVID-19). Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1(1), 221–228. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.24690

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free