Gambaran Kultur Bakteri dan Sensitivitas Antibiotik pada Pasien Sepsis di Rumah Sakit Ibnu Sina Periode 2019-2022

  • Hidayati P
  • Danial N
  • Mulyadi F
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
26Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sepsis adalah disfungsi organ yang dapat mengancam jiwa yang disebabkan oleh ketidakseimbangan respon host terhadap infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran kultur bakteri dan sensitivitas antibiotik pada pasien sepsis di Rumah Sakit Ibnu Sina periode 2019-2022 yang diambil dari data rekam medik. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data sekunder dari rekam medik di Rumah Sakit Ibnu Sina Periode 2019-2022. Dari total 111 pasien sepsis di Rumah Sakit Ibnu Sina periode 2019-2022 didapatkan 89 sampel dengan kultur positif dan bakteri yang paling banyak ditemukan adalah bakteri Alkaligenes faecalis sebanyak 21 sampel (23,6%) diikuti Klebsiella sp. sebanyak 19 sampel (21,3%) dan Klebsiella pnemoniae sebanyak 12 sampel (13,5%). Antibiotik yang paling sensitif adalah levofloxacin dan amikasin. Dapat disimpulkan bahwa pasien sepsis di Rumah Sakit Ibnu Sina disebabkan oleh infeksi nasokomial dengan bakteri terbanyak adalah Alkaligenes faecalis (23,6%) dan Klebsiella sp. (21,3%) yang merupakan bakteri aerob gram negatif.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hidayati, P. H., Danial, N. F., Mulyadi, F. E., Yani Sodiqah, & Hasta Handayani. (2024). Gambaran Kultur Bakteri dan Sensitivitas Antibiotik pada Pasien Sepsis di Rumah Sakit Ibnu Sina Periode 2019-2022. Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal, 8(1), 40–48. https://doi.org/10.24252/alami.v8i1.43084

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free