PENAFSIRAN AL-QUR'AN DENGAN PENDEKATAN KULTURAL

  • Mubhar M
  • Asriani
  • Hawirah
N/ACitations
Citations of this article
31Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menunjukan pentingnya pendekatan kultural dalam menafsirkan Al-Qur’an dengan pendekatan kultural seorang mufasir berupaya melahirkan produk tafsir melalui pemahaman terhadap teks-teks Al-Qur’an  secara teliti kemudian menjelaskan makna yang dimaksud serta berusaha menghubungkan teks- teks Al-Qur’an yang dikaji dengan realitas sosial dan sistem budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat. Adapun masalah yang dikaji dalam tulisan ini adalah penafsiran Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan  kultural. Dalam menganalisis kajian pustaka ini, penulis menggunakan analisis isi (content analysis). Adapun sebagai sumber data yaitu teks-teks kepustakaan yang berkaitan dengan tema kajian ini. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa Menerapkan pendekatan sosial budaya sangat penting dalam menafsirkan Al-Qur'an. Hal itu karena tidak semua tafsir dari ulama klasik dapat digunakan di kemudian hari. Al-Qur’an adalah  kalimat Allah, cocok untuk setiap waktu. Semakin Al-Qur'an dipelajari, semakin terungkap rahasianya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mubhar, M. Z., Asriani, & Hawirah. (2024). PENAFSIRAN AL-QUR’AN DENGAN PENDEKATAN KULTURAL. Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur’an Dan Tafsir, 9(1), 26–34. https://doi.org/10.47435/al-mubarak.v9i1.2628

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free