Paradigma Dakwah Pada Masyarakat Plural Dalam Memahami Perbedaan Sebagai kerangka Persatuan

  • Nasor M
N/ACitations
Citations of this article
30Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kehidupan secara pluralitas merupakan sebuah kehidupan yang tidak mungkin kita pungkiri, karena Allah SWT menciptakan alam ini di atas sunnah keragaman dan keberadaannya harus diakui oleh setiap insan di dunia ini. Dalam keberagaman mengakui hidup bersama dan menyetujui adanya hukum kemajuan serta terciptanya interaksi antar sesama untuk terwujudnya kehidupan yang harmonis. Kondisi semacam ini perlu diperhatikan oleh para da’i dalam rangka mencapai tujuan dakwah secara baik. Paradigma dakwah harus dilakukan dalam koridor semangat kebersamaan, toleransi, kerjasama, musyawarah, saling menghargai, dan tolong menolong. Teks-teks Islam harus diterapkan secara jelas menghimbau kaum muslimin untuk mengayomi dan kasih sayang kepada sesama manusia serta tunjukkan bahwa Islam menolak skstrimisme, kekakuan, kebekuan, dan keangkuhan. Dalam menyampaikan pesan-pesan Islam harus dirancang sesuai dengan kondisi masyarakat yang majemuk atau heterogin. Seorang da’i harus mampu berkreasi dan berinovasi secara bervariasi agar pesan-pesannya mudah diterima untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nasor, M. (2018). Paradigma Dakwah Pada Masyarakat Plural Dalam Memahami Perbedaan Sebagai kerangka Persatuan. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 18(1), 55–68. https://doi.org/10.24042/ajsk.v18i1.3303

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free