Abstract
Wilayah Surabaya Timur merupakan kawasan yang saat ini menjadi pusat urbanisasi. Kota Surabaya dengan tingkat pencemaran yang tinggi akibat padatnya aktivitas kendaraan bermotor yang diketahui sebagai penyumbang logam berat timbal (Pb) di alam. Dampak pencemaran Pb dalam tanah berimbas kepada organisme yang hidup di dalamnya seperti cacing tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan kepadatan cacing tanah dengan adanya kandungan logam berat Pb dalam tanah di Surabaya Timur. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dengan pengambilan sampel pada tiga stasiun di Surabaya Timur. Pengambilan sampel cacing tanah menggunakan metode hand sorting kemudian diidentifikasi sampai tingkatan spesies. Parameter fisik dan kimia yang diamati yaitu pH, suhu, kelembapan, dan kandungan Pb dalam tanah. Perhitungan kepadatan cacing tanah menggunakan rumus kepadatan, kemudian hubungan antara kepadatan dan kandungan Pb dalam tanah dianalisis menggunakan analisis korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis cacing tanah yang ditemukan di lahan tercemar Surabaya Timur yaitu, Metaphire javanica, Metaphire posthuma, dan Amynthas robustus. Kandungan logam berat Pb pada lahan tercemar Surabaya Timur berkisar antara 3,24 ± 3,83 mg/kg - 61,68 ± 32,91 mg/kg. Terdapat hubungan antara kepadatan cacing tanah dengan kandungan logam berat Pb, yaitu semakin tinggi kadar logam Pb maka semakin tinggi pula kepadatan cacing tanah. Diketahui bahwa cacing tanah resisten terhadap logam berat Pb dan memiliki potensi sebagai bioindikator lingkungan yang tercemar oleh logam berat.
Cite
CITATION STYLE
Nabila, L., & Budijastuti, W. (2021). Hubungan Kepadatan Cacing Tanah dengan Logam Berat Timbal (Pb) pada Lahan Tercemar di Surabaya Timur. LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi, 9(1), 6–11. https://doi.org/10.26740/lenterabio.v9n1.p6-11
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.