The Transformation of Wargasari’s Kidung into Composition “Wehyang” | Transformasi Kidung Wargasari ke dalam Komposisi Karawitan “Wehyang”

  • Purna Yasa I
  • Santosa H
N/ACitations
Citations of this article
43Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Karya seni karawitan yang berjudul “WeHyang” merupakan karya seni yang terinspirasi dari tradisi Mesucian yang terdapat di Desa Kapal. Karya seni karawitan “WeHyang” terinspirasi dari kidung wargasari yang digunakan sebagai nyanyian suci dalam prosesi tradisi berlangsung. Alunan bait-bait kidung yang dinyanyikan dengan padalingsa yang berbeda setiap baitnya ditransformasikan ke dalam pola – pola gamelan. Gamelan yang digunakan sebagai media ungkap dalam karya seni karawitan “WeHyang” yaitu gamelan selonding. Gamelan selonding terdiri dari nyongnyong ageng, nyongnyong alit, peenem, petuduh, gong dan kempul. Dalam karya ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu bagian 1 dengan transformasi 4 baris kidung, bagian kedua transformasi 4 baris kidung dan bagian ketiga gabungan dari semua transformasi yang dituangkan dalam pola-pola gamelan selonding. Adanya pengembangan pola-pola melodi, teknik-teknik permainan yang sudah ada terkandung dalam karya seni karawitan “WeHyang”. Kata kunci: WeHyang, Selonding, Kidung.

Cite

CITATION STYLE

APA

Purna Yasa, I. M. R., & Santosa, H. (2022). The Transformation of Wargasari’s Kidung into Composition “Wehyang” | Transformasi Kidung Wargasari ke dalam Komposisi Karawitan “Wehyang.” GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 2(3), 173–179. https://doi.org/10.59997/jurnalsenikarawitan.v2i3.476

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free