PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BALI DALAM MEMBUAT UPAKARA DI BANJAR GEMEH

  • Novia Indriani M
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perempuan di Bali dituntut banyak menguasai hal yang berkaitan dengan prosesi ritual, persembahyangan, adat dan budaya serta prosesi upacara adat sesuai tata cara Hindu. Salah satu yang wajib perempuan Hindu di Bali kuasai adalah mejejaitan, yang merupakan tahapan  kegiatan dalam membuat upakara banten. Upakara atau banten tersebut sebagai sarana untuk berhubungan/mendekatkan diri dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/manifestasi-Nya yang akan dihadirkan dalam ritual persembahyangan. Pemberdayaan perempuan Bali dalam membuat upakara di Br. Gemeh ini, juga mampu mewujudkan fungsi-fungsi banjar adat baik di bidang agama, adat, budaya, sosial dan  ekonomi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Novia Indriani, M. (2019). PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BALI DALAM MEMBUAT UPAKARA DI BANJAR GEMEH. JURNAL SEWAKA BHAKTI, 3(2), 10–24. https://doi.org/10.32795/jsb.v3i1.516

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free