Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh corporate governance terhadap pengungkapan sosial perusahaan pada perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara serta untuk menguji perbedaan tingkat pengungkapan sosial perusahaan (CSD) antara tiga negara: Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Variabel dalam penelitian ini adalah: jumlah komisaris, dewan kompetensi, proporsi komisaris independen, ukuran komite audit, proporsi komite audit independen, dan kepemilikan manajerial. Global Reporting Initiative 2006 digunakan untuk pengukuran CSD. Sampel dalam penelitian ini diambil dari laporan tahunan perusahaan di Bursa Efek Indonesia, Kuala Lumpur Stock Exchange dan Bursa Efek Thailand pada tahun 2009. Hasil penelitian menunjukkan adanya prediktor yang signifikan yaitu kompetensi dewan direktur, jumlah komite audit dan proporsi komite audit independen terhadap pengungkapan sosial perusahaan. Jumlah komisaris, proporsi komisaris independen, dan kepemilikan manajerial tidak sebagai penentu signifikan yang ukuran hanya perusahaan dan industri jenis. Ada perbedaan pengungkapan sosial perusahaan dalam praktik di Indonesia, Malaysia dan Thailand. Tingkat pengungkapan di Indonesia lebih dari rata-rata sebesar 40,14%; 58,52% di Malaysia dan 54,12% di Thailand. Hal ini disebabkan oleh perbedaan dalam praktik tata kelola perusahaan di negara-negara tersebut.
Cite
CITATION STYLE
Supriyono, E., & Suhardjanto, D. (2014). Praktik pengungkapan sosial: Studi komparatif di Asia Tenggara. Jurnal Siasat Bisnis, 17(2), 187–207. https://doi.org/10.20885/jsb.vol17.iss2.art5
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.