Metode Monocyte Activation Test (MAT) dan Recombinant Factor C (rFC) sebagai Alternatif Metode Pengujian Pirogen bagi Perusahaan Farmasi di Indonesia

  • Santosa A
  • Artadana I
  • Wahjudi M
N/ACitations
Citations of this article
160Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Peningkatan kualitas produk industri farmasi mendorong tersedianya uji yang akurat dan efisien untuk mendeteksi adanya pirogen. Endotoksin merupakan salah satu dari pirogen yang umumnya ditemukan sebagai kontaminan pada produk obat. Hingga saat ini pengujian pirogen yang digunakan secara umum di Indonesia adalah metode Rabbit Pyrogen Test (RPT) dan Limulus Amebocyte Lysate (LAL). Namun, kedua metode ini memiliki kekurangan yang hampir sama, yaitu penggunaan hewan hidup sebagai bahan uji. Untuk alasan ini, saat ini sedang dikembangkan metode in vitro yang lebih menguntungkan untuk uji pirogen, yaitu dengan Recombinant Factor C (rFC) dan Monocyte Activation Test (MAT). Tujuan dari review ini adalah memberikan pemaparan mengenai kelebihan dan kekurangan metode uji pirogen dan endotoksin yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, serta kajian penggunaan metode alternatif pada industri farmasi di Indonesia. Diharapkan dengan pemaparan dan kajian yang diberikan dapat digunakan sebagai pertimbangan penggunaan metode uji pirogen dan endotoksin yang lebih efektif dan efisien.

Cite

CITATION STYLE

APA

Santosa, A., Artadana, I. B. M., & Wahjudi, M. (2020). Metode Monocyte Activation Test (MAT) dan Recombinant Factor C (rFC) sebagai Alternatif Metode Pengujian Pirogen bagi Perusahaan Farmasi di Indonesia. MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana), 3(2), 115–127. https://doi.org/10.24123/mpi.v3i2.2987

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free