Abstract
Persampahan merupakan salah satu persoalan yang tidak ada henti-hentinya dibahas di dunia begitu juga di Indonesia. Sangat diperlukan berbagai upaya penanganan perihal pengelolaan sampah, baik dalam lingkup besar suatu negara ataupun lingkup kecil dikalangan masyarakat. Salah satu langkah sederhana yang dapat diupayakan dengan menerapkan prinsip 5R (reuse, reduce, recycle, replace, replant) guna menumbuhkan antusiasme masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan pada tingkat rumah tangga dalam pengelolaan sampah secara sederhana. Dari hasil penelitian (Juniartini, 2020) menunjukkan bahwa ketika masyarakat mampu menerapkan prinsip 5R serta dengan adanya kehadiran bank sampah, akan memperoleh manfaat berupa penghasilan tambahan dan juga meningkatkan kerja sama dalam lingkup kerja yang lebih luas sebagai gerakan peduli terhadap lingkungan. Dalam pengembangannya terdapat salah satu bank sampah yang sudah berjalan dengan baik yakni kelompok bank sampah Sekar Tani yang berlokasi di Dusun Kembang. Pada pelaksanaannya bank sampah tersebut berdampak pada masyarakat dari segi ekonomi yakni hasil dari sampah yang diperoleh dijadikan sebagai pembayaran pajak oleh para nasabahnya. Namun, dalam hal pengelolaan sampah yang dilakukan dirasa kurang optimal. Dalam pelaksanaannya, peneliti menemukan hasil peran masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah dengan menggukanan penerapan 5R di Dusun Kembang, mampu mereduksi sampah hingga 52% dari jumlah timbulan. Sementara itu, dengan menerapkan prinsip 5R di masyarakat mampu meningkatkan bank sampah yang ada di Dusun Kembang.
Cite
CITATION STYLE
Ahmad, S., & Hendrasarie, N. (2023). Pelatihan Penerapan 5R (Reuse, Reduce, Recycle, Replace, Replant) dan Pengembangan Bank Sampah Pada Dusun Kembang, Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Jurnal Abdimas Madani Dan Lestari (JAMALI), 70–79. https://doi.org/10.20885/jamali.vol5.iss1.art8
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.