DAMPAK KEMUNDURAN KERAJAAN TURKI USMANI TERHADAP PENDIDIKAN

  • Muhammad Basri
  • Pebrina Hesty Sagala
  • Aulia Khairani Br Nasution
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
139Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kekaisaran Ottoman, yang berlangsung dari tahun 1326 hingga 1924, dapat dibagi menjadi tiga periode berbeda: periode ekspansi (1326-1451), masa kejayaan (1452-1568), dan kemunduran dan keruntuhan (1569-1924). Pada masa kejayaan Turki Usmani, pendidikan mulai dikembangkan dan dipusatkan di sekitar madrasah, satu-satunya lembaga pendidikan umum pada saat itu. Lembaga-lembaga ini berfokus pada hafalan daripada pemikiran kritis, dan hanya mengajarkan ilmu agama, meninggalkan kesenjangan dalam pendidikan umum siswa dan bahkan pelajar dewasa. Namun, menjelang akhir pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah, reformasi pendidikan dilaksanakan dengan memasukkan metode Barat. Runtuhnya Kesultanan Utsmaniyah juga membawa konsekuensi yang signifikan terhadap sistem pendidikan, termasuk pengenalan sekularisme, yang menjadi dasar ideologi kapitalis dan mendukung ide-ide seperti demokrasi, nasionalisme, liberalisme, dan hak asasi manusia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muhammad Basri, Pebrina Hesty Sagala, Aulia Khairani Br Nasution, & Amalia Mahfudza. (2023). DAMPAK KEMUNDURAN KERAJAAN TURKI USMANI TERHADAP PENDIDIKAN. Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 2(1), 11–19. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v2i1.764

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free