Konsep Guru Menurut Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali (Imam Al-Ghazali)

  • Hamid A
N/ACitations
Citations of this article
108Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Guru dalam konteks kependidikan mempunyai peranan yang sangat penting. Hal ini dikarenakan gurulah yang berada di barisan terdepan dalam pelaksanaan pendidikan. Gurulah yang langsung berhadapan dengan peserta didik untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus mendidik dengan nilai-nilai positif melalui bimbingan dan keteladanan. Guru merupakan bagian terpenting dalam proses belajar mengajar, baik di jalur pendidikan formal maupun informal. Oleh sebab itu, dalam setiap upaya peningkatan kualitas pendidikan, tidak dapat dilepaskan dari berbagai hal yang berkaitan dengan eksistensi guru itu sendiri. Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali atau yang lebih dikenal dengan Imam Al-Ghazali merupakan seorang ulama sufi yang banyak mengulas masalah keguruan, serta menempatkan posisi guru sebagai profesi yang sangat mulia. Ini  berawal dari perhatiannya yang sangat mendalam tentang ilmu dan pendidikan. Ia mempunyai keyakinan yang kuat bahwa pendidikan yang baik itu merupakan suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan untuk mendapatkan  kebahagiaan  dunia dan akhirat. Ada beberapa kitab karangan Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali atau Imam Al-Ghazali yang membahas tentang guru yang terdalam dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Mizan Al-Amal dan kitab-kitab lainnya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hamid, Abd. (2022). Konsep Guru Menurut Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali (Imam Al-Ghazali). Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 12(1). https://doi.org/10.54459/aktualita.v12i1.391

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free