Pengaruh penggunaan limbah air garam terhadap daya tetas kista artemia salina

  • Ndolu F
  • Liufeto F
  • Dahoklory N
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Limbah merujuk pada materi yang tidak lagi diperlukan dan jika tidak dikelola dengan baik, dapat memberikan dampak negatif terhadap masyarakat. Air limbah, baik dari industri maupun rumah tangga (domestik), jika tidak dikelola dengan baik, dapat memiliki dampak negatif terhadap kesehatan. Limbah air garam (bittern) adalah salah satu jenis cairan kental yang dihasilkan setelah proses produksi garam di tambak garam dan dapat berlimpah dalam jumlahnya. Artemia, di sisi lain, adalah salah satu jenis pakan alami yang sering digunakan dalam pemeliharaan larva udang dan ikan, baik di perairan laut maupun air tawar di seluruh Indonesia. Artemia memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, terutama protein dan asam amino. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak penggunaan limbah air garam terhadap daya penetasan kista Artemia salina. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah air garam memiliki dampak yang signifikan pada daya penetasan kista Artemia salina. Dalam perlakuan tertentu, penggunaan 500 ml limbah air garam menghasilkan daya penetasan tertinggi sebesar 7,25%, sebagaimana ditemukan dalam kelompok kontrol.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ndolu, F. M., Liufeto, F. C., & Dahoklory, N. (2023). Pengaruh penggunaan limbah air garam terhadap daya tetas kista artemia salina. Jurnal Aquatik, 6(2), 65–70. https://doi.org/10.35508/aquatik.v6i2.12841

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free