Kurikulum Merdeka Dalam Konteks Pendidikan Islam; Meningkatkan Kreativitas dan Kritisitas Belajar

  • Yustiasari Liriwati F
N/ACitations
Citations of this article
36Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini membahas implementasi Kurikulum Merdeka dalam konteks pendidikan Islam dengan fokus utama pada peningkatan kreativitas dan kritisitas belajar peserta didik. Landasan filosofis Kurikulum Merdeka menciptakan ruang untuk memperkuat identitas keislaman dan nilai-nilai moral. Stimulasi kreativitas melalui metode pembelajaran yang kontekstual dan interaktif menjadi sorotan utama, menciptakan lingkungan di mana inovasi dan ide-ide baru dapat berkembang. Kritisitas belajar didorong oleh penerapan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi, membantu peserta didik dalam menilai informasi secara cerdas dan bertanggung jawab. Peran pendidik berubah menjadi fasilitator pembelajaran yang menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan kreativitas dan kritisitas peserta didik. Evaluasi formatif menjadi alat yang vital untuk pemantauan kemajuan holistik peserta didik, memastikan bahwa peningkatan kreativitas dan kritisitas menjadi fokus berkelanjutan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, artikel ini menggambarkan Kurikulum Merdeka sebagai sebuah paradigma baru dalam pendidikan Islam yang tidak hanya mempersiapkan peserta didik secara akademis tetapi juga mengasah keterampilan kritis dan kreatif yang esensial untuk menghadapi tantangan global

Cite

CITATION STYLE

APA

Yustiasari Liriwati, F. (2023). Kurikulum Merdeka Dalam Konteks Pendidikan Islam; Meningkatkan Kreativitas dan Kritisitas Belajar. Jurnal QOSIM Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(2), 65–70. https://doi.org/10.61104/jq.v1i2.91

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free