Sosiabilitas Pola Ruang di Kawasan Gua Maria

  • Milleanda A
  • Immaculata Ririk Winandari M
  • Iskandar J
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hal terpenting dalam sosiabilitas adalah cara agar pengunjung dapat merasakan tempat dan keterikatan yang lebih kuat antar sesama manusia. Tetapi berbeda dengan kawasan gua Maria tidak hanya keterikatan antara tempat dan manusia saja, kawasan tersebut juga harus membuat pengunjung merasa terhubung secara tidak langsung dengan Pencipta-Nya. Umumnya penyusunan kawasan gua Maria selalu terdapat ruang terbuka yang menjadi penghubung antara kawasan ibadah dan ruang publik. Kemudian alam menjadi komponen untuk membentuk pola ruang sakral. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiabilitas pola ruang yang diterapkan pada kawasan gua Maria. Langkah-langkah agar mendapatkan suatu pola ruang maka dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis elemen dari prinsip sociability pada placemaking yaitu, kehidupan jalanan (Street life), dan penggunaan pada malam hari (Evening Use), menggunakan studi kasus kawasan gua Maria antara lain kawasan gua maria Lourdes di Perancis, kawasan gua Maria Pohsarang di Kediri, dan kawasan gua Maria Sendangsono di Yogyakarta. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa jalanan sebagai tempat (Street life), perlu memperhatikan sepuluh kualitas dalam menciptakan ruang hidup pada jalanan. Prinsip kedua penggunaan pada malam hari (Evening Use), diperlukannya pencahayaan menciptakan ruang yang aman.

Cite

CITATION STYLE

APA

Milleanda, A., Immaculata Ririk Winandari, M., & Iskandar, J. (2022). Sosiabilitas Pola Ruang di Kawasan Gua Maria. Pawon: Jurnal Arsitektur, 6(1), 73–84. https://doi.org/10.36040/pawon.v6i1.3712

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free