Manfaat Matrikektomi Kimia Dalam Mencegah Rekurensi Onychocryptosis

  • Pradnya Wisnu G
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Introduction: Onychocryptosis is a nail disease characterized by pain, redness, swelling or pus formation due to growing nail digging into the paronychium. Onychocryptosis is often encountered in daily practice and a general practitioner must be able to perform nail avulsion as one of the treatment option. Nail avulsion is an effective treatment for onychocryptosis but this prochedure does not prevent recurrence. For this purpose, a matricectomy can be performed following a nail avulsion procedure. This prochedure, although effective, is not widely discussed. Discussion: Matricectomy works by destroying the nail matrix so that the nail does not grow cutting the paronychium. Several studies showed the superiority of nail avulsion followed by chemical matricectomy in preventing recurrence of onychocryptosis compared to nail avulsion procedures alone. Matricectomy can be carried out using chemical agents such as phenol, TCA or sodium hydroxide. These three agents will cause necrosis of nail matrix in the area where they are applied. Saveral studies showed that the use of these chemical agents in matricectomy has a high success rate in preventing recurrence of onychocryptosis. Conclusion: Matricectomy can be done following nail avulsion to prevent reccurence of onychocryptosis. It can be carried out using phenol, TCA or sodium hydroxide. These three agents have comparable effectiveness. Keywords: Matricectomy, Nail avulsion, OnychocryptosisPendahuluan: Onychocryptosis merupakan penyakit kuku yang dikarakteristikkan oleh rasa nyeri, kemerahan hingga bengkak ataupun timbulnya nanah yang disebabkan oleh kuku yang tumbuh memotong paronikium. Penyakit ini merupakan penyakit yang sering dijumpai dalam praktik dokter sehari-hari dan seorang dokter umum harus dapat melakukan tindakan avulsi kuku sebagai salah satu pilihan tatalaksana operatifnya. Avulsi kuku merupakkan tatalaksana yang efektif, namun tidak mencegah rekurensi di kemudian hari. Untuk tujuan itu, setelah dilakukan prosedur avulsi kuku, dapat dilakukan tindakan matrikektomi. Meskipun efektif, prosedur tindakan ini tidak banyak dibahas. Pembahasan: Matrikektomi bertujuan untuk menghancurkan matriks kuku sehingga kuku tidak tumbuh memotong paronikium. Beberapa penelitian menunjukkan keunggulan avulsi kuku yang dilanjutkan dengan matrikektomi kimia dalam mencegah rekurensi onychocryptosis dibanding dengan prosedur avulsi kuku saja. Tindakan matrikektomi paling sering dilakukan dengan menggunakan agen kimia berupa fenol, tricloracetic acid (TCA) atau natrium hidroksida. Ketiga agen ini akan menyebabkan nekrosis pada matriks kuku sehingga tidak terjadi pertumbuhan kuku pada daerah yang diaplikasikan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ketiga agen kimia ini memiliki angka kesuksesan yang tinggi dalam mencegah rekurensi onychocryptosis. Kesimpulan: Matrikektomi kimia merupakan tindakan yang dapat dilakukan setelah tindakan avulsi kuku untuk mencegah rekurensi onychocryptosis. Agen kimia yang dapat digunakan adalah fenol, TCA atau natrium hidroksida. Ketiganya memiliki efektifitas yang setara. Kata kunci: Avulsi kuku, Matriektomi, Onychocryptosis

Cite

CITATION STYLE

APA

Pradnya Wisnu, G. N. (2020). Manfaat Matrikektomi Kimia Dalam Mencegah Rekurensi Onychocryptosis. JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia, 8(2), 80–87. https://doi.org/10.53366/jimki.v8i2.129

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free