Abstract
Diare ialah penyakit yang ditimbulkan karena infeksi mikroorganisme dilingkungan, penularannya berkaitan dengan mulut dan penyebarannya hampir di seluruh global. Kota Tangerang Selatan menetapkan anak usia 5-14 tahun sebagai urutan ketiga kasus diare terbanyak, dengan angka insiden 2,6% dan period prevalance 4,7%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara personal higiene dengan kejadian diare pada santri di Pondok Pesanten Ummul Quro tahun 2021. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara primer menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 133 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 77 responden (57,9%) mengalami diare dalam satu bulan terakhir. Hasil uji bivariat dengan uji Chi-Square menunjukan variabel usia (p-value=1,000), jenis kelamin (p-value=0,691), kebiasaan jajan (p-value=0,801) tidak memiliki hubungan bermakna. Sedangkan variabel personal higiene (p-value=0,006) memiliki hubungan bermakna dengan kejadian diare. Pada penelitian ini variabel personal higiene memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian diare. Pondok Pesantren diharuskan memberikan edukasi kepada santri terkait personal higiene yang baik dalam upaya pencegahan diare serta menunjang segala fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung untuk melakukan personal higiene.
Cite
CITATION STYLE
Haenisa, N. N., & Surury, I. (2022). Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Diare Pada Santri Di Kota Tangerang Selatan. JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal Dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan, 19(2), 231–238. https://doi.org/10.31964/jkl.v19i2.487
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.