Abstract
Abstrak-Penelitian analisis gangguan ion Mn 2+ dalam penentuan Fe(II) fenantrolin dengan pereduksi natrium oksalat dan hidroksilamin pada kondisi optimum menggunakan sprektofotometer UV-vis telah berhasil dilakukan. Kompleks Fe(II) fenantrolin memiliki panjang gelombang pada 511 nm untuk kedua reduktor. Pengukuran kurva kalibrasi pada reduktor natrium oksalat memiliki nilai koefisien determinasi (r 2) sebesar 0,9989. Pada reduktor hidroksilamin hidroklorida kurva kalibrasi didapatkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,9957. Ion Mn 2+ dapat mengganggu analisa Fe(II) fenantrolin dengan menurunkan absorbansi besi. Pada reduktor natrium oksalat, Mn 2+ mulai mengganggu saat konsentrasi Mn 2+ 0,4 ppm dengan %recovery 93,45%, sedangkan pada reduktor hidroksilamin hidroklorida Mn 2+ mulai mengganggu pada konsentrasi 2 ppm dengan %recovery sebesar 94,89%.
Cite
CITATION STYLE
Muliana, E. W., Sugiarso, D., & Suprapto, S. (2023). Perbandingan Reduktor Hidroksilamin Hidroklorida dan Natrium Oksalat dalam Penentuan Fe Menggunakan Spektrofometer UV-Vis dengan Pengganggu Ion Mn2+. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 12(2). https://doi.org/10.12962/j23373520.v12i2.96217
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.