Abstract
Ketidaksesuaian antropometri dapat mengakibatkan konsekuensi serius bagi kesehatan dan efisiensi karena cara mereka meningkatkan beban postural pada tubuh pengguna pendek, misalnya harus menaikkan ketinggian kursi diluar tinggi poplitea dalam rangka untuk mendapatkan akses ke meja. Sebagai konsekuensinya, kaki tidak lagi beristirahat dengan kuat pada lantai dan lantai tidak dapat digunakan oleh kaki sebagai titik tumpu untuk menstabilkan dan menggeser berat tubuh bagian atas. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Antropometri Pada Sarana Kerja Tempat Pendaftaran Rawat Jalan Rekam Medis di Rumah Sakit Nur Hidayah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan teknik pengambilan data melalui observasi. Jenis data berupa data kuantitatif yang merupakan hasil pengukuran antropometri, kursi kerja, meja kerja, dan layar monitor. Pengukuran sarana kerja petugas berdasarkan perbandingan antropometri petugas. Pengukuran dimensi tubuh tertinggi yaitu dengan tinggi poplitea 42 cm, Panjang poplitea 42 cm, lebar pinggul 52 cm, tinggi bahu duduk 71 cm, lebar bahu 50 cm, tinggi siku duduk 77 cm, Panjang rentang tangan 170 cm, jangkauan tangan ke depan 78 cm, untuk jarak petugas ke layar monitor 68 cm. Hasil pengukuran kursi kerja dan meja kerja belum ergonomis, sedangkan untuk layar monitor sudah ergonomis. Antropometri sarana kerja kursi, meja, pada petugas pendaftaran rawat jalan Rumah Sakit Nur Hidayah, rata-rata antropometri sarana kerja belum ideal. Untuk antropometri layar monitor petugas pendaftaran rawat jalan Rumah Sakit Nur Hidayah Sudah memenuhi standar Permenkes No 48 Tahun 2016.Ketidaksesuaian antropometri sarana kerja dapat menimbulkan gangguan muskuloskeletal dan menurunkan efisiensi kerja petugas pendaftaran. Mengetahui kesesuaian antropometri sarana kerja (kursi, meja, layar monitor) dengan standar ergonomi pada petugas pendaftaran rawat jalan di RS Nur Hidayah Bantul. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan teknik pengambilan data melalui observasi. Jenis data berupa data kuantitatif yang merupakan hasil pengukuran antropometri, kursi kerja, meja kerja, dan layar monitor. Sebagian besar sarana kerja (kursi dan meja) di lokasi penelitian belum ergonomis menurut Permenkes No.48/2016,sedangkan layar monitor sesuai standar. Rekomendasi: penyesuaian dimensi sarana dan evaluasi berkala untuk mencegah keluhan muskuloskeletal. antropometri, ergonomi, pendaftaran rawat jalan, Permenkes No.48/2016. Pengukuran sarana kerja petugas berdasarkan perbandingan antropometri petugas. Pengukuran dimensi tubuh tertinggi yaitu dengan tinggi poplitea 42 cm, Panjang poplitea 42 cm, lebar pinggul 52 cm, tinggi bahu duduk 71 cm, lebar bahu 50 cm, tinggi siku duduk 77 cm, Panjang rentang tangan 170 cm, jangkauan tangan ke depan 78 cm, untuk jarak petugas ke layar monitor 68 cm. Hasil pengukuran kursi kerja dan meja kerja belum ergonomis, sedangkan untuk layar monitor sudah ergonomis
Cite
CITATION STYLE
Cahyani, F. D., Nugroho, R. H., Siswatibudi, H., Hidayat, A. R., & Joko Pamungkas, W. (2025). ANALISIS ANTROPOMETRI PADA SARANA KERJA TEMPAT PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT NUR HIDAYAH BANTUL. Jurnal Permata Indonesia, 16(2), 47–55. https://doi.org/10.59737/jpi.v16i2.377
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.