Abstract
Penelitian ini menjelaskan upaya pemerintah desa dalam memproteksi Telaga Jonge dan konflik akibat dari privatisasi dibawah rubrik program desa wisata. Penelitian mengunakan pendekatan institusional yang dipandu dengan metode kualitatif mengunakan strategi studi kasus Pengelolaan Wisata Telaga Jonge Desa Pacarejo, Semanu Gunungkidul. Pengumpulan data primer diperoleh melalui wawancara dengan pelaku usaha, pemerintah desa, pengelola dan masyarakat setempat secara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh melalui buku, jurnal, dokumen, media online dan foto. Hasil penelitian menunjukan pengelolaan Telaga Jonge terindikasi ada intervensi swasta membuat negara absen yang ditopang program desa wisata yang mengorientasikan Pokdarwis. Pada saat yang sama, malah menciptakan sengketa karena, oleh dan dari kehadiran institusi berbasis masyarakat yang dikehendaki program. Menyikapi hal tersebut, pemerintah desa menempuh rekayasa sosial untuk memproteksi konflik dan mengembalikan Telaga Jonge ke desa.
Cite
CITATION STYLE
Sakro, A. S. (2020). Sumber Daya Bersama, Kontestasi, Hadirnya Spirit Berdesa : Studi Kasus Pengelolaan Telaga Jonge Desa Pacarejo, Kabupaten Gunungkidul. GOVERNABILITAS (Jurnal Ilmu Pemerintahan Semesta), 1(2), 226–247. https://doi.org/10.47431/governabilitas.v1i2.87
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.