Abstract
Masa transisi yang dialami siswa remaja SMP ketika memasuki sekolah lanjutan tentunya mengalami beberapa permasalahan berkenaan dengan aspek psikologis. Adanya situasi dan lingkungan yang kurang nyaman bagi siswa berdampak pada satu masalah yakni school refusal. School refusal merupakan kondisi emosional yang dimanifestasikan dengan ketidakinginan siswa untuk menghadiri sekolah. Peran Guru hendaknya dapat memberikan salah satu alternatif solusi. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran implementasi konseling berbasis budaya yang dapat diadopsi oleh Guru matapelajaran, maupun Guru BK. Penelitian ini menggunakan literatur review dengan pendekatan studi kepustakaan yang bersumber pada artikel ilmiah dan jurnal penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan konsep praktis pendidikan damai dapat digunakan sebagai upaya mereduksi school refusal pada siswa karena prosesnya yang menjunjung tinggi sikap saling menghargai dan menyenangkan untuk hadir ke sekolah
Cite
CITATION STYLE
Muhammad Nikman Naser, Giyarsih, & Ahmad Siddiq Ridha. (2022). Pendidikan Damai dalam Mereduksi School Refusal pada Siswa SMP. Jurnal Multidisiplin Madani, 2(10), 3733–3740. https://doi.org/10.55927/mudima.v2i10.1523
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.