Pluralisme Budaya dalam Pendidikan Dakwah Islam Multikultural

  • Jamal Ghofir
  • Khoiriyah
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indonesia sebagai sebuah Negara pastilah memiliki keragaman baik pada sisi  sosial, masyarakat, suku, ras, agama dan budaya. Keanekaragaman yang hadir di bumi Nusantara bukanlah hal yang aneh. Sejarah telah mencatat, pondasi peradaban sudah terbentuk dengan begitu indahnya oleh nenek moyang kita.  Begitu juga halnya, ketika Islam sebagai sebuah teologi baru yang dibawa oleh para pendakwah atau yang kita kenal dengan sebutan Wali, mulai menapakkan jejak tradisi dan kebudayaan. Kehadiran teologi baru yakni Islam menambah khazanah kebudayaan yang disandingkan dengan tradisi dan kebudayaan masyarakat lokal. Pertemuan budaya inilah melahirkan nilai-nilai keadaban dalam berbagai aspek kehidupan terutama pada nilai-nilai pendidikan budaya. Warisan kebudayaan yang ditinggalkan oleh para Wali dengan mengedepankan nilai-nilai penghormatan pada perbedaan (tasammuh) menjadi inti kuatnya ikatan antar anak bangsa dalam menyikapi perbedaan. Bertemunya unsur kebudayaan lama dan kebudayaan baru  yang saling mengisi, merupakan contah nyata dalam menyikapi pluralisme budaya yang hadir di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai pendidikan kebudayaan yang sudah diukir dalam catatan sejarah leluhur bangsa ini, seyogyanyalah tetap dipertahankan dan bahkan dikembangan dalam sebuah institusi pendidikan yang berorientasikan pada penyelamatan dan pengimplementasian nilai-nilai luhur keragaman budaya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Jamal Ghofir, & Khoiriyah. (2022). Pluralisme Budaya dalam Pendidikan Dakwah Islam Multikultural. Busyro: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 3(2), 65–75. https://doi.org/10.55352/kpi.v3i2.233

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free