BUDAYA GOTONG ROYONG SEBAGAI MODAL SOSIAL POTRET MODERASI BERAGAMA DALAM KEGIATAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK

  • Arifin M
  • Saodah R
  • Anan M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
85Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi petani di Indonesia selain permasalahan lahan adalah permasalahan mengenai kelangkaan pupuk. Selama ini petani hanya mengandalkan pupuk subsidi dari pemerintah, sehingga seringkali terjadi keterlambatan, bahkan kekurangan pupuk yang dibutuhkan. Melalui kegiatan KKN Kolaborasi Nusantara Tahun 2021 dengan menggunakan pendekatan Community Based Participatory Resarch (CBPR) kami melakukan pendampingan masyarakat khususnya petani dengan mengadakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik. CBPR (community-based participatory research) adalah model penelitian yang memanfaatkan stakeholder internal atau eksternal sebagai upaya pendekatan kemitraan, dimana semua pihak bertanggung jawab dalam proses pendekatan penelitian. Semua mitra secara keseluruhan atau parsial telah berpartisipasi sesuai kemampuan. Sebab itu, tingkat partisipasi mitra dinilai dari proses akulturasi, FGD sampai simulasi. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa selain menciptakan kemandirian petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk juga menjadi wadah dalam memupuk dan memperkuat kembali modal sosial masyarakat Mulyasari dalam bentuk budaya gotong royong yang telah lama terjalin.

Cite

CITATION STYLE

APA

Arifin, M. J., Saodah, R. N., Anan, M., Sakti, B., Irawan, I., Habir, Y., … Wahyuni, I. (2022). BUDAYA GOTONG ROYONG SEBAGAI MODAL SOSIAL POTRET MODERASI BERAGAMA DALAM KEGIATAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK. INSANIYAH, 1(1). https://doi.org/10.31332/insaniyah.v1i1.4582

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free