Abstract
Kajian ini bermaksud menguraikan sikap keberagamaan masyarakat muslim di tengah wabah corona virus desease 2019 (COVID-19). Masyarakat beragama saat ini sangat tertekan, terkait dengan kegiatan ibadah yang biasa mereka lakukan, terlebih ketika suatu daerah sudah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kegiatan berjamaah di masjid pun dibatasi bahkan tidak diperbolehkan. Namun demikian masih banyak umat Islam yang merasa berat untuk meninggalkan kebiasaan mereka beribadah bersama di Mesjid. Masih banyak umat Islam di masa pandemic yang shalat lima waktu berjamaah, shalat jum’at, shalat tarawih berjamaah dan shalat Idul Fitri. Fenomena inilah yang menjadi objek kajian tulisan ini. Hasil kajian yang diperoleh menunjukkan fakta bahwa kegiatan ibadah yang dilakukan oleh masyarakat beragama pada saat pandemi COVID-19 mengalami perubahan. Di tataran permukaan ibadah umat Islam yang awalnya hingar bingar bersifat terbuka di ruang publik saat ini cenderung sepi dan tertutup. Di tataran yang lebih dalam terlihat pola yang unik yang melibatkan empat variable, yakni level ibadah, tingkat partisipasi, anjuran social distancing, dan rasionalitas umat Islam.
Cite
CITATION STYLE
Darmawan, D., Miharja, D., Waluyajati, R. S. R., & Isnaeniah, E. (2020). Sikap Keberagamaan Masyarakat Menghadapi Wabah COVID-19. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Budaya, 4(2), 115–124. https://doi.org/10.15575/rjsalb.v4i2.8596
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.