Abstract
Bencana gempa Cianjur pada 21 November 2022 tidak hanya menimbulkan bahaya langsung bagi nyawa manusia, tetapi juga efek jangka panjang akibat perubahan tempat tinggal di tempat pengungsian. Berbagai gangguan kesehatan mulai timbul di antara pengungsi, salah satunya ialah penyakit kulit. Perlu adanya kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelayanan kesehatan untuk mencegah berkembangnya penyakit. Pelayanan kesehatan dilakukan dengan pendirian posko rumah sakit lapangan dan mobile clinic sejak 24 November 2022 sampai dengan masa tanggap darurat selesai (20 Desember 2022). Hasil pelayanan kesehatan terhadap 1.164 orang pengungsi didapatkan 140 orang (12,02%) di antaranya menderita penyakit kulit. Penyakit kulit yang ditemukan didominasi oleh dermatitis, skabies, dan infeksi kulit akibat bakteri. Hal ini dikarenakan kontak dengan tempat tinggal baru yang diperparah dengan kurangnya akses terhadap fasilitas kebersihan.
Cite
CITATION STYLE
Fahma, F. A., Qodar, T. S., & Herdiana, F. (2022). Pola Penyakit Kulit pada Penyintas Gempa Cianjur Tahun 2022. Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal, 1(2), 49–58. https://doi.org/10.56744/irchum.v1i2.24
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.